Gunung Kendeng Terancam!
Saudara-saudari,
Kawan-kawan pejuang, ksatria dunia maya, pengelana tanpa nama, pemberontak kemapanan, bandit-bandit sosial, lewat sepucuk surat ini, seiring dengan datangnya hujan pertama di musim penghujan, sebelumnya aku mengirimkan salam kepada kalian, semoga diberikan kesehatan dan umur panjang.
Berita yang aku kabarkan ini adalah tentang rencana pembangunan pabrik semen oleh PT. Semen Gresik (Persero) di Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati yang sangat dikehendaki oleh Pemerintah Kabupaten Pati dan Bupati Tasiman yang korup.
Harapan pemerintah dan kami tidaklah sama. Kesejahteraan yang dikatakan oleh pemerintah dan PT. Semen Gresik adalah kebohongan. Ini adalah sebuah konspirasi penghancuran lingkungan dengan atas nama peningkatan kesejahteraan dan pengurangan pengangguran. Menerimanya adalah awal bencana bagi kami, kaum tani dan masyarakat sekitar.
Para spekulan-spekulan tanah berdatangan memanfaatkan situasi dengan para kecoak premannya. Para Kepala Desa dan perangkatnya melakukan indoktrinasi kepada warga. Siapapun yang tunduk pada aturannya menciptakan kemalangan dan neraka bagi diri mereka sendiri, keluarga dan anak cucu nantinya.
Kami melakukan perlawanan, salah satunya lewat JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng. Kami yang tergabung disini kebanyakan sebagai petani, buruh tani dan masyarakat kelas bawah. Pemkab pun akhirnya mengomentari bahwa gerakan dari sedulur-sedulur yang notabene tak mengenyam pendidikan tinggi secara formal ini tak punya dasar yang kuat.
Padahal di wilayah Sulolilo ada kurang lebih 67 mata air yang selama ini digunakan oleh 75 ribu penduduk se-kecamatan Sukolilo, mulai untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari sampai mengairi lahan pertanian di wilayah Kecamatan Sukolilo yang meliputi 16 desa.
Besok adalah hari terakhir batas waktu somasi dari PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. yang diberikan kepada saudara kami, Gunritno. Lewat kuasa hukumnya, Fredrik J. Pinakurary, S.H. pihak PT. Semen Gresik akan menuntut secara pidana dengan pasal 310, 311 dan 335 KUHP jika kami tidak bisa membuktikan argumen-argumen kami.
Beberapa waktu yang lalu PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. juga menawarkan uang sebesar 100 juta kepada sedulur-sedulur Sikep di Sukolilo lewat utusan Gurbernur Jawa Tengah. Setelah kolonial Belanda, strategi pecah belah dan adu domba, masih menjadi taktik para pemodal untuk melancarkan praktek bisnisnya.
Sedulur Sikep sangat paham akan hal itu: mereka menolak tawaran tersebut.
Besok pada Hari Rabu, 3 September 2008 rencana Presiden SBY akan mengundang Emil Salim untuk diminta penjelasannya tentang rencana pembangunan pabrik semen di Pati.
Jika kawan-kawan mendukung perjuangan kami, silahkan mengirimkan petisi, surat protes, atau apapun ke Emil Salim dengan e-mail: esalim at rad.net.id
Kami sadar dan yakin bahwa semua orang mempunyai kekuatan yang sama untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dari sekarang.
Maju terus para pejuang kedaulatan manusia dan alam!
Salam,
Dari pegunungan Kendeng Utara
Koko’
Sukolilo, Pati, 31 Agustus 2008
“Naga itu pun bergerak pelan, meliuk kiri-kanan; dengan matanya yang tajam memantau keadaan.”
PS:
all defacement must be including this picture, say anything you want to say in your defacement.
send your defacement to
submit at serverisdown dot org
NEED HACKERS SUPPORTs TO STOP GLOBAL WARMING!!
MUST BE INCLUDED